Cerita Sex Threesome Dengan SPG Mall

Kembali lagi update Cerita Sex, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Gambar Foto Seks dengan judul Cerita Sex Threesome Dengan SPG Mall. Situs online yang berisikan cerita untuk usia 17+ (Plus) dan membantu kalian berfantasi dalam sebuah kenikmatan di dunia maya. Semua artikel dan gambar yang ada bersumber dari website lain dalam pencarian Google.

Aku dulu disebut Henry. Saya berusia 24 tahun dan masih menjadi mahasiswa di sebuah universitas swasta di Jakarta. Status berharap aku melepas sesegera mungkin, sehingga saya bisa mendapatkan gelar. Tinggal skripsi masih menghadapi langkah.


Seperti yang saya katakan di cerita saya sebelumnya, saya sudah punya bisnis sendiri, di mana hasilnya lebih dari cukup untuk membayar kuliah dan kehidupan di ibukota. Termasuk tentu saja untuk “kenakalan biaya man”, hehe ..
Sore itu aku terlambat setelah berjam-jam yang dihabiskan di depan notebook untuk bekerja di salah satu proyek klien saya. Memang, saya ingin secepatnya menyelesaikan proyek ini, mengingat nilainya cukup besar. Bayangkan kesenangan berlibur di Bali atau Lombok jika nanti telah menerima pembayaran dari klien ini.

Karena perut sudah keroncongan, aku segera mengambil kunci mobil saya dan pergi ke mal di Jakarta Barat untuk makan siang. Memang, di kamar kulkas hanya kostku tersisa sepotong pizza bekas semalam. Tiba di mal, saya menuju KFC untuk makan siang.
Seperti biasa, setelah makan malam aku cuci mata melihat-lihat toko di mal. Setelah itu, saya berhenti di studio 21 yang terletak di lantai 3 mal untuk melihat film yang sedang diputar. Memang rencana jika ada film yang bagus aku ingin menonton untuk menyegarkan sebelum mulai bekerja pada proyek saya lagi malam ini.
Ketika memasuki lobi, setelah melewati lorong yang digunakan untuk bermain video game, saya melihat seorang gadis manis duduk sendirian saat bermain ponsel. Saya ingin merasakan “deja vu”. Saya ingat pengalaman beberapa waktu lalu ketika akan menggoda seorang gadis sendirian di lobi studio 21, yang ternyata membawa pacarnya. Tapi tidak mengapa, saya hanya sok duduk di sebelah putus asa tersenyum. Dia juga tersenyum kembali seperti ia kemudian sibuk dengan hpnya.
“Ren..lo ada di mana sih? Cepat dong aku sudah lobi ya” katanya.
“Ya udah..cepetan deh” katanya.
“Sambil menunggu pacar ya?” Aku bertanya sobat
“Tidak benar-benar mas. Teman-teman,” katanya, tersenyum singkat.
“Aja Mas sendiri?” Dia bertanya lebih lanjut
“Yah agresif ya gadis” pikirku. “Yeah saja menulis. Ingin nemenin? Jalan yuk” Aku bertanya nakal.
“Ingin mengajak mana?” Dia bertanya
“Streets menulis” kataku. Dia tersenyum lagi menambah manis wajah berbibir tipis itu.
Aku punya perasaan dia remaja nakal yang nongkrong di mal mencari mangsa.
“Oh ya, namanya?” saya bertanya
“Elis” katanya sambil mengulurkan tangannya
“Henry” Saya menyambut uluran tangan. Aku melihat penampilan Elis, gadis manis ini. Rambut sebahu dengan wajah manis. Kemeja jeans ketat celana. Payudara matang berdiri di belakang T-shirt ketat yang dipakainya. Bayangkan sukacita ketika saya bisa merasakan kenyalnya payudaranya ABG matang manis.

“Tidak sekolah?” Aku bertanya lebih lanjut
“Tidak menjadi membolos. Pria pula ..”
“Benar-benar sekolah di mana?”
Dia kemudian menyebutkan salah satu sekolah menengah umum di Jakarta Barat.
“Hey..sori ya aku terlambat”. Tiba-tiba seorang gadis menyapa.
“Sialan lo .., saya sudah menunggu lama untuk mengetahui ..” kata Elis pada gadis itu.
Aku melihat gadis yang baru saja tiba, dan mata saya kagum pada penampilannya. Wajahnya sangat cantik, dengan rambut panjang, seperti ratu Felissa bintang sinetron remaja yang terkenal itu.
“Ren, ini kenalin teman saya” dia memperkenalkan saya.
Kami segera berkenalan. Selangkangan semakin memberontak ketika jari-jari kecil halus diperas ketika kita berjabat tangan. Ternyata namanya Rena. Tanktopnya yang selanjutnya menambah penampilan seksi panas. Tapi saya melihat payudaranya tidak sebesar tetangganya. Tapi kulit halus putihnya menyebar aroma seksual yang tinggi.
“Di mana Anda akan ya mas? Aja yuk kita makan dulu?” Tanya Elis.
Akhirnya kami bertiga pergi ke sebuah restoran cepat saji. Saat kami berjalan, banyak orang yang memperhatikan perilaku ABG adalah pandangan bernafsu. Terutama Rena memang sangat indah. Karena saya makan, saya hanya memesan minuman hanya bagi saya, sementara mereka menikmati makan siang. Sambil menikmati setiap pesanan, kami berbicara. Kupancing-memancing mereka, sehingga saya bisa bicara saya yakin mereka check-in kemudian. Saya tidak ingin kecele, setelah menghabiskan banyak dari mereka ternyata mereka tidak bisa dinikmati, hehe ..
Aku ingin merasakan kehangatan dan kemulusan tubuh muda mereka. Namun, itu tidak mudah. Banyak proses yang harus dilalui, alias ada biaya terlebih dahulu. Setelah makan malam, mereka meminta membeli pulsa HP, terus belanja untuk pakaian, dll Tapi sudahlah, saya pikir. Kebetulan minggu lalu saya menerima pembayaran dari klien. Memang, jika Anda ingin hal-hal yang baik ada harga yang harus dibayar. Selain itu, bayangkan sukacita ketika saya bisa bercinta dua gadis ABG secara bersamaan.
“Yuk jalan. Ya pusing di mal terus” kataku setelah mereka selesai berbelanja. Memang, aku telah bertekad untuk membatasi pengeluaran mereka. Selain itu, aku tidak tahan ingin menikmati tubuh seksi dan wajah cantik Rena Elis.
Mereka akhirnya setuju dan kami menuju tempat parkir. Kukebut mobilku menuju hotel langgananku jam.

Singkat cerita, kami telah berada di kamar hotel. Jangan menunggu lebih lama lagi, segera meraih wajah cantik Rena dan bibir kulumat. Leher dan bahu putih mulus dan kujilati mencium segera. Setelah itu, wajah manis Elis menjadi tujuan saya. Ketika saya mencium bibirnya yang tipis, meremas payudaranya dari balik kemeja ketat.
“Buka pernah menulis mas ..” bisik Rena saat aku masih sibuk menikmati berciuman dan meremasi tubuhnya.
“Bukain ya” kataku.
Aku berhenti mencium Elis wajah manis, dan mereka berdua kemudian melucuti pakaian.
Segera aku berdiri hanya hanya mengenakan pakaian dalam. Keadaan tidak berlangsung lama, karena jari-jari lentik Rena segera menarik celana saya. Selangkangan telah segera diperketat berdiri dengan bangga di depan ABG. Mata mereka sedikit terkejut melihat ukuran kejantanan saya.
“Sebuah mas besar. Rena suka ..” kata remaja yang cantik sementara tangannya mulai mengocok-ngocok ayam perlahan. Sementara Elis tidak berkomentar, bibir tipis hanya sedikit terbuka. Selangkangan matanya dengan kesal. Mereka berdua telah berjongkok di depan saya.
Perasaan hangat menjalari pangkal paha ketika Rena segera mulai memasukkan batang kejantanannya ke mulut kecil. Kepala mulai menikmati kedewasaan dukungan dimaju. Aku menunduk terlihat wajah cantik gadis ini dengan pipi agak menonjol diisi bagian saya. Sementara Elis mencium dan menjilati paha saya menunggu giliran.
Sesaat kemudian, Rena mengeluarkan penisku dari mulutnya, dan Elis langsung meraihnya dengan penuh semangat. Dijilatinya pertama mulai dari kepala ke dasar bagasi, dan perlahan-lahan dia mulai menghisap pangkal paha. Kadang-kadang gadis seksi ini bergumam muram sambil menikmati kejantanannya.
Aku menarik tubuh Rena sehingga dia berdiri di samping saya. Kemudian kembali ke jengkel aku mencium wajahnya yang cantik. Rena bersemangat pagutanku balasan. Jilatannya mencium dan kemudian beralih ke puting dada saya. Pangkal paha sementara masih menjejali mulutnya Elis, seksi.
Rena cukup menghadapi menjilati puting payudara saya membuat saya lebih bersemangat ingin menidurinya.
“Mari kita buka sayang pakaian dong ..” kataku.
Menurut Rena. Membuka tanktop dan bra mengenakan. Tak ketinggalan juga celana jeans ketat. Dia terlihat lebih cantik dengan hanya mengenakan celana dalam renda hitam.
“Tulis biarin Ren., Lebih Seksi Anda memakainya” kataku saat dia ingin membuka celana dalamnya.
Rena segera ditarik kembali ke dalam pelukanku. Puting kujilati payudaranya. Memang, payudaranya tidak terlalu besar, namun bentuknya menempel dengan puting merah mudanya sangat merangsang semua.
“Ahh … Shhhh …” erangan nikmat keluar dari mulut Rena. Rintihan tumbuh suara keras ketika digosok jari saya liang kenikmatan. Rena mendesah diselingi dengan Elis nafsu murmur masih berjongkok menikmati pangkal paha.
Jari saya merasa vagina basah oleh cairan Rena memiliki nafsu. Sangat wajah cantik tampak menggairahkan saat dia mengerang nikmat kacau jari-jari saya. Puting juga telah mengeras karena menjilati lidah saya. ABG kusetubuhi ingin ini segera.
“Biarkan aku lihat ya Lis ..” kataku sambil menarik penisku dari mencubit bibir tipis Elis. Setelah itu, Rena tertarik ke arah tempat tidur. Aku melempar celana dalamnya dan penisku kuarahkan liang menjadi sukacita.
“Perlahan-lahan ya mas ..” desahnya pelan.
Pangkal paha mulai menerobos alat vital ABG cantik ini. Mengerang semakin menjadi. Tangannya meremas sprei. Mulutnya setengah terbuka, dan matanya terpenjam.

“Ahhhh … ahhhh” desah gadis cantik ini saat aku mulai mendorong seks saya di alat kelamin. Karena sempitnya gadis seks yang indah ini, dan hanya setelah beberapa waktu ayam genjotan menerobos lebih dalam, meskipun mungkin hanya dua pertiga dari batang kemaluanku yang membuatnya. Ranjang mulai mengeluarkan derit-derit seirama dengan goyangan tubuh saya untuk menikmati sempitnya vagina Rena. Rena mengelinjang halus tubuh-gelinjang merasakan penisku berkerumun Vagina gadis muda hujaman itu. Sementara Elis, seksi bersemangat menonton adegan kami.
“Anda membuka dong juga Lis” kataku. Elis kemudian buka baju ketat dan celana jinsnya.
“Biarin aja pakaian Lis ..” kataku lagi ketika ia ingin membuka BHnya. Elis kemudian saya bertanya mendekat.
Aku menarik penisku seks Rena hujaman sejenak, dan meminta dia untuk mengubah posisi. Aku segera berbaring di tempat tidur sementara Rena indah tubuhku. Diarahkannya seks saya kembali ke dalam vagina.
“Ahhhh ….” Dia mengerang saat penisku kembali melalui kesenangan lubang. Dia kemudian mengguncang tubuhnya menikmati kejantanannya. Aku meraih wajah manis Elis yang ada di samping saya, dan kami segera berciuman penuh gairah. Aku meremas payudaranya yang besar, dan aku mengangkat daging kenyal matang ini yang keluar dari cup BHnya. Elis seksi tampak luar biasa pada saat itu, dengan wajah manis dan payudara mencuat. Puting coklat yang segera menjadi makan.
“Sstttthhhh … .sstttt” dia mendesah dengan kesal ketika kujilati dan kuhisapi payudara kenyal.
Sementara Rena, itu indah, masih menggoyangkan tubuh mulus di atas pangkal paha saya. Matanya terpejam, wajahnya memerah menambah ayu wajah cantik. Tanganku memutar puting payudaranya. Sementara Elis mulai menjilati puting payudara saya.
“Ahhhhh ……” panjang Rena mengerang ketika dia mengalami orgasme. Tubuhnya menegang sejenak, kemudian merosot di atas saya. Aku mencium bahu putih mulus sejenak, sebelum tubuh kesebelahku kugulingkan nya.
“Giliranmu Lis ..” kataku. Elis segera menghentikan hisapannya pada puting payudara saya, dan dengan bergairah dia menggantikan Rena. Disibakkannya celana, dan ditujukan seks saya menggali ke dalam surga.
“Ihhh..gede benar-benar … iihhhh” desahnya sebagai penisku menerobos vaginanya. Ranjang datang kembali berderit keras dengan penuh semangat menggelengkan nya Elis menikmatiku. Payudara kenyal gemetar saat ia menyetubuhiku menggemaskan. Kadang-kadang karena jengkel, aku menarik tubuhnya sehingga aku bisa menghisapi puting.
Bosan dengan posisi ini, saya minta Elis menungging sambil memegang ujung bagian dari kepala tempat tidur. Kusodokkan penisku kembali ke dalam bagian yang paling penting dari tubuhnya, dan erangan Elis kembali suara dilapis dengan tempat tidur berderit.
“Ihh..ihh ..” desahnya saat kusetubuhi dia dari belakang. Pantat montok terlihat sangat merangsang. Sementara aku melihat Rena melihat tak berkedip pada nya menjadi kacau di “doggy-style”.
“Di sini Ren” Aku menelepon. Ketika dia mendekati saya, saya menciumnya langsung kembali yang sangat indah. Sementara tangan memegang pinggang Elis, temannya, sambil sesekali menepuk pantatnya padat.
“Ihh..ihh .. Elis untuk mas … ihhhh ..” Elis mengerang saat mencapai orgasme. Aku melepaskan penisku dalam vaginanya. Sementara itu, aku masih sibuk melayani ciuman Rena. Penisku masih tegang setelah menikmati Vagina nya, langsung dicapai dan dikocok-kocoknya perlahan.
Sesaat kemudian kubalikkan tubuh Elis, dan tubuh kunaiki. Selangkangan Kujepitkan antara gunung besar kembarnya. Kugoyangkan saya menikmati kekenyalan payudara Elis. Rena saat menyodorkan payudaranya ke mulut saya untuk menikmati.
Rasa yang luar biasa dari kesenangan menjalari kemaluanku saraf. Saya merasa tidak lagi sanggup membendung orgasmeku. Aku melepaskan pagutanku payudara Rena, dan semakin cepat kugoyangkan saya menikmati mencubit payudara Elis. Tak lama kemudian, aku menjerit kenikmatan saat ejakulasi dalam ranumnya payudara.

Setelah membersihkan, kami bertiga tidur saat beristirahat di tempat tidur. Elis dan Rena di sebelah kiri saya dan di sebelah kanan. Aku telanjang, sementara mereka hanya hanya mengenakan pakaian dalam. Elis telah merilis BHnya basah karena ejakulasiku.
“Mas permainan besar benar-benar …” kata Rena sambil tersenyum manis.
“Iya..kita baik saja membuat kewalahan …” kata Elis, menggosok dada saya.
“Setelah kau indah pula. Jadi nafsu ya” jawabku asal.
“Ini harus menjadi mas puas pacar benar-benar ya Lis ..” kata Rena pada temannya.
“Apa yang gemesin ini lho..gede sangat ukuran. Coba ini segede pacar saya ..” Elis sambil mulai menggosok pangkal pahanya.
“Iya.Rahasianya apa mas? Biar saya tahu orang-orang senang kemudian Rena Rena, dalam rangka untuk membuat Rena puas ..” tangan yang halus juga mulai merabai selangkangan mulai mengencangkan kembali.
“Mas, membuat video kenang-kenangan Rena ya ..” kata Rena tiba-tiba, bangun mengambil HPnya.
“Jangan ah. Sudah tidak perlu” kataku.
“Ah..nggak apa mas. Mr.Happy habis gemesin yang benar-benar deh..Rena mengapa tidak ambil wajahnya ..” katanya.
“Hati-hati, bener ya. Jangan melihat tahu wajahnya” kataku.
“Mas berdiri di sini saja biar jelas. Elo terus isepin Lis .. ntar ternyata” kata bak sutradara kawakan.
Kuturuti akan. Aku bangkit dan berdiri di samping tempat tidur. Elis kemudian berjongkok di depan saya, dan mulai menjilati vaginanya.
“Rambut lo Lis..jangan nutupin” kata Rena dia mulai merekam adegan.
Saya membantu Elis menyisir rambutnya, dan dia mulai menghisap pangkal paha. Saya menikmati bergulat bibir tipis Elis di batang pangkal paha. Tangan halus membelai buah zakarku.
Rena merekam adegan kami dengan antusias. Aku mengerang nikmat, sementara tanganku menyentuh rambut membantu Elis, yang sedang sibuk menikmati pangkal paha. ABG cukup lama gadis seksi ini menyalurkan nafsunya.
Sementara itu muncul Rena sangat bersemangat untuk melihat teman-temannya menikmati penisku.
“Saya Lis..gantian dong ..” katanya beberapa saat kemudian.
Hpnya diserahkan ke Elis, dan ternyata Rena sekarang berjongkok di depan saya. Disibakkannya rambut ke samping sehingga temannya bisa merekam adegan dengan jelas. Dijilatinya perlahan di sekitar batang kemaluanku. Lubang kencing menggelitik dengan lidahnya, kemudian mulutnya mulai perlahan-lahan mengisap batang kemaluanku.
“Jangan menaruh tangan Ren ..” kata Elis yang sedang merekam adegan kami.
Rena kemudian lepaskan memegang tangan batang pangkal paha, dan ia menikmati muka kerumunan dukungan dari kepalanya penisku di mulutnya. Sesaat kemudian ia menarik pangkal paha mulut dan, masih tanpa memegang penisku, menjilati sambil bergumam muram. Merokok saat itu selangkangan penuh semangat.
Diperlakukan seperti ini secara bergantian dari dua gadis muda, saya segera untuk mencapai kepuasan.
“Arrghh .. hampir saja ya ..” Aku mengerang.
“Mas ambil ya ..” Elis sambil menyerahkan telepon. Dia kemudian berjongkok bersama dengan Rena. Dia mengambil penisku dari mulutnya dan kocok-kocoknya.
Aku tidak tahan lagi. Saat merekam adegan, aku ejakulasi wajah manis basah dua gadis ABG ini.
——-
Setelah beristirahat sejenak, aku memesan minuman. Sambil menunggu pesanan datang, saya meminta hp Rena. Aku ingin memastikan wajahku tidak terlihat di rekaman video itu diambil.
Kami mengobrol selama beberapa waktu di kamar hotel, sebelum menuju rumah pada sore hari. Mereka akan berjalan kembali ke mal tempat aku bertemu dengan mereka. Aku memberi mereka uang taksi secukupnya.
“Terima ya Mas. Sering kita sebut ya ..” kata Rena saat keluar dari mobil.
“Ok, daaggh ..” Saya berkata kepada mereka berdua.
Aku segera menjalankan mobil saya kembali ke tempat kos. Setelah makan malam, aku melanjutkan mengerjakan proyek dari klien saya. Pikiranku telah menjadi segar kembali setelah dilayani oleh Rena dan Elis, ABG Mal yang indah.

Repost By : www.dewasahot17.com - Cerita Dewasa | Cerita Sex | Cerita Ngentot. Sobat bisa membaca Cerita Panas lainnya di website ini, karena di website ini tersaji Kumpulan Cerita HOT terbaik