Cerita bokep Pelarian sex Tante kesepian

Cerita Dewasa Kesepian, cerita dewasa tante kesepian, cerita sex dengan tante girang, cerita ngentot tante kesepian, cerita tante kesepian bergambar, cerita sex tante sama brondong. Sebelumnya ada Cerita Ml dengan Ibu muda di Gerbong Kereta APi Yang tentunya sudah kamu baca.. Kali ini ada ceritasex tante

Cerita Dewasa Kesepian Yang Sedang Dilanda Tante2

Cerita Dewasa Kesepian | Suasana malam minggu memang banyak orang yg hadir membuatku nyantai di bar salah satu diskotik jakarta. Kebetulan di bar banyak yg membawa pasangan, Tak lama kemudian datanglah seorang wanita cantik menghampiriku.

"Hai, boleh aku duduk?!" suara wanita menyapaku.

Ouhh boleh-boleh !" ucapku

"Sendiri?" balas sapa wanita itu yg memang agak teler, karena terlalu banyak menenggak minuman keras.

"Bareng teman juga nih ke sini" ucapku

Kini aku ngobrol dengan wanita itu didalam diskotik dan makin tambah banyak orang ketika malam sudah semakin larut.

"Boleh minta tolong anterin aku pulang?" Pinta wanita seksi itu kepadaku

Tanpa menjawab dan setengah teler, ku angkat wanita itu pergi meninggalkan ruangan diskotik.

Lalu mobil yang aku kendarai menuju ke rumahnya yang memang telah ditunjuk wanita itu.

"Nich cewek kayaknya Tante-Tante deh?" pikirku di sela-sela perjalanan. Bathinku setelah memperhatikan wajah cantiknya itu yang kelihatan mencerminkan usianya sekitar 30-an.

Sepanjang di perjalanan aku memperhatikan wanita yang tertidur disebelahku. Pakaiannya yg hanya menutupi sebagian tubuhnya nampak jelas terlihat buah toketnya yg gede terus ke bagian bawahnya yang hanya memakai rok mini sehingga jelas terlihat sangat mulus bagian paha itu.

Tiba tiba pikiran jorokku mulai bertambah lagi di jalan tol yg sepi dan gelap. Tanganku mulai meraba paha, begitu aku tarik rok mininya ke atas.

"Gila merah juga isinya nih?" pikirku sange

Kini tangan jahilku mulai ke atas menuju bukit kembar yang nongol itu.

Remasan kecil tidak membuat Tante ini bangun.

Baru aja beberapa remasan "Sial lagi asyik-asyiknya sudah sampai tujuan?" Gerutuku dalam hati. Sambil melepas remasan kecil pada payudara. Mungkin karena cahaya lampu pintu tol sang Tante terlihat bangun sambil membersihkan matanya.

"Dimana ini?"

"Mau masuk perumahan Tan?" Jawabku.

"Belok kiri ya nanti di depan" tunjuk Tante itu ke rumahnya.

"Ok tan" mengiyakan ucapannya.

Setelah sampai di rumahnya.

"Mari Tan." bermaksud ingin memapah Tante itu.

"Ah ngak usah pusingnya agak mendingan kok" tolak Tante itu halus.

"Ayo masuk" ajaknya sambil menuju pintu rumah didalam garasi.

Jalannya yang anggun membuatku menelan air ludah. Bokong gede Tante itu goyang kanan kiri mengikuti irama kakinya yang panjang dan mulus.

"Oh ya siapa namamu tadi?" tanya Tante itu sambil pergi ke arah ruangan lain.

"Dino" balasku sedikit berteriak agar terdengar.

Tante Intan membawakan dua gelas bir sambil duduk disebelahku yg duduknya rapat sekali membuatku jadi terangsang.

"Silahkan minum Din...?" sambil menyerahkan segelas bir kaleng kepadaku.

"Oh ya Tante tinggal dengan siapa?" Tanyaku penasaran.

"Aku tinggal sama suamiku, dia lagi tapi dia sekarang sedang kerja di luar negri" jelas Tante Intan.

"Oh begitu ya tan..?" ucapku singkat

"Kamu sudah punya pacar belum Din...?" Tante Intan bertanya sambil menarik tanganku ke atas pahanya yang putih itu.

"Belum Tan..?!" jawabku menarik tangannya mencoba malu-malu kucing.

"Kenapa? kok malu?! Apa aku harus tidur lagi biar kamu engak malu dan bebas pegang-pegang susu tante..." ucapnya

"Maksudnya gimana ya Tante?" ucapku pura-pura

kukan sepanjang perjalanan tadi kok, aku diam karena kupikir kamu kan sudah tolongin, jadi aku boleh donk sebagai tanda terimakasih kita pesta kepuasan" ucap tante

Mendengar ucapan itu, aku mencoba memasukkan jariku ke dalam celana dalamnya itu.

"Okh... langsung mulai ke yang dalam ya" komentar tante Intan tentang permainanku.

Tentu dong tan, aku kan ahli di bidang ini" ucapku penuh semangat.

Perlahan-lahan pula aku tarik G-String celana dalam seksinya yang berbentuk V itu, aku melakukannya hingga dia terjerit-jerit keenakan "Ouuuhhhh... Hhmmmm... Ssshhhh... Aaaaahhh." suaranya bergairah.

Puas dengan permainan jariku, aku beralih menunduk menuju bulu-bulu halus di bibir vaginanya.

Sssshhhh... Aahhhhh" terdengar lagi suara nya menikmati permainan lidahku.

"bulu jembut Tante lebat banget ya.." komentarku

"Tapi ok kan sayang..?"

"Mantep Tan" ujarku sambil terus menelusuri isi dalam yang tertutup oleh bulu itu.

"Ouhhhh.. Hmmm.. terus jilat terus Din" Tante Intan menggelinjang engak karuan menahan birahi yang mulai merambah urat-urat pembuluh darahnya. Sementara tanganku asyik meremas payudara Tante Intan yang Top banget.

"Remasan dan remasan terasa di tanganku melingkari buah dadanya yang ada di genggamanku ini.

Lalu aku berdiri sebentar membuka celana dan mengarahkan penisku ke lubang memeknya yang sudah basah dan berlendir. Sebab aku sudah prediksi bahwa memek ini sudah mulai ada pelicin.

Sedikit demi sedikit aku masukkan ke lubang memeknya.

"Ohhhh.. Hmmmmm... " desah Tante Intan keenakan.

Aku pun merasakan kenikmatan saat pelerku di jepit memeknya erat-erat, ntah memek itu bisa di jepit sendiri oleh tenaganya atau memang menjepit sendiri tanpa di gerakan" pikirku

"Ohhh Tan empuk juga memekmu Tan"  komentarku sambil terus pantatku maju mundur mengoyak vagina Tante Intan yang sudah basah banget.

Mulut Tante Intan yang mendesah seksi itu aku sambar hingga kami saling berciuman, tangan ku pun tidak tinggal diam remasan liar menimpa payudaranya Tante Intan yang sudah mengembang.

Cukup lama pula perbuatan cabul diatas sofa itu berlangsung dengan sengit dengan teriakan Tante Intan yang tak tahan dari serangan penisku yang perkasa ini.

"Tan.. Pindah ke kamar yuk?" ajakku.

"Terserah, asal jangan dilepas ya? " ucapnya

Aku gendong dia dan merebahkannya diatas kasur. Keringat mengucur deras dari tubuh kami, diselingi putaran pelerku membuat Tante Intan merem melek menahan gairah yg mungkin sangat diharapkannya malam itu.

"Dino gantian ya?" pinta Tante Susi ganti posisi.

Kami berguling sebagian sehingga sekarang posisi Tante Intan berada di atas menindih tubuhku.

"Dino gimana kalau goyang gini" tawar Tante Intan sambil mengoyang pantatnya yang padat berisi.

"Gila Tan.. Enaak banget terus Tan Ohhh... Ohhh..." sambil tanganku terus meremas payudara yang sekarang lebih menantang karena menggantung indah di depan mataku.

"Oh Din... Ooohh... Ouuhhh... Dino tante udah ngak kuat ! ucapnya beberapa kali mendesah.

"Tahan sebentar ya Tan.. Aku juga sudah mau sampai nih" ucapku menahan goyangan Tante Intan yang semakin liar.

"Ouhhh... Ouhh...  Aku keluar nih tan" ucapku memberi kode dan Crott... Crooot... Croot" muncrat seluruh air mani itu ke dalam lubang memeknya.

Dengan cepat aku cabut sisa-sisa air mani itu di memeknya lalu aku sodorkan ke arah wajah tante Intan.

Dengan jilatan ganas dihisapnya penisku cairan air mani yang keluar. terlihat tante Intan sangat menikmati jilatan itu.

Maka berakhirlah permainan itu dengan sempurna lalu kami goleran di atas kasur sambil ngobrol-ngobrol seadanya sampai tertidur.