Cerita Seks Panas dengan Pacar baru yang montok

Cerita ML Di Kamar, cerita ewean sama pacar, cerita sec hot, cerita bokep panas, cerita intim hot, cerita ngesex dengan pacar, cerita sex di kamar, cerita mesum sama pacar.
Cerita sex kisah nyata ngentot di dalam taxi enak nya itil kangkung Pacar ku

Cerita ML Di Kamar Pacar Yang Montok

Cerita ML Di Kamar | Ini adalah pengalaman sex pertamaku sebelum aku mengenal hubungan intim lebih jauh. Ceritanya waktu itu aku masih kelas 1 SMA, aku naksir seorang gadis di daerahku sendiri tapi malu untuk mengungkapkannya.

Nama gadis itu Risti. dia adalah adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Kedua orang tua Risti bekerja di jakarta sebagai pengusaha dan kebetulan adiknya masih kecil sehingga ikut dibawa ke jakarta. Sedangkan Risti usianya sekitar 19 tahun.

Risti tinggal di rumah dengan neneknya yg kebetulan ngak jauh dari rumahku berjarak beberapa meter saja.

Pada suatu malam kira-kira jam 9, lampu didapur rumah Risti mati dan kebetulan waktu itu tetangga sebelah ngak ada sehingga neneknya Risti meminta tolong kepadaku untuk mengganti lampu yang mati tersebut.

Neneknya nyuruh Risti untuk memanggilku. Mas Edi... Hallo Mas Edi... nenek aku minta tolong mas untuk memasang lampu di dapur" teriak Risti dari luar rumahku.

Dengan hati berbunga-bunga aku langsung membantunya, siapa tau ada kesempatan mengutarakan cinta apalagi dia type cewek yang aku impikan.

Singkat cerita setelah aku selesai memasang lampu, aku dibuatkan minuman teh oleh Risti. sambil ngobrol-ngobrol panjang lebar di ruang tamunya. nenek Risti yang duluan pergi tidur ke kamarnya.

Mas Edi nenek tidur dulu ya kamu sama Risti silahkan lanjutkan nonton TV nya ya." ucap nenek itu sambil jalan menjauh dari ruang tamu

Bagai mendapatkan kesempatan emas, aku jawab dengan senyum dan sedikit deg-degan. aku perhatikan juga raut wajah Risti seperti mengharap sesuatu dari tingkahku. lalu malam semakin dingin cerita TV pun udah membosankan sampai-sampai dudukku aku dekatkan disamping Risti,

Dengan hati berdebar-debar kupegang tangan Risti bahwa aku sangat mencintainya dan dia hanya diam aja ketika aku rapatkan lenganku di pundaknya.

"Ris... gini deh... !  aku tuh suka lho sama kamu," ucapku sambil tersenyum.

"Ahhh masa ia Mas, aneh banget deh ngomongnya baru sekarang" balas Risti merasa ngak percaya

"Ini serius lho Ris..." jawabku menyakinkannya

"Hmmmm... kalau begitu sama donk, aku juga dulu merakan seperti apa yang mas Edi sih", mendengar balasan dari Risti seperti itu aku langsung super bahagia. yang intinnya dia menerima cintaku yang mungkin kami langsung jadian.

Sebagai tanda romantisnya, aku cium pipinya dengan perlahan-lahan dengan menggerakan wajahku ke wajahnya.

Risti pun membalas dengan menciumi bibirku penuh gairah. yang mungkin sekitar 5 menit kami cipokan di ruang tamu tersebut. Bibir kami tak mau lepas, kuremas juga payudara Risti penuh lemah lembut yang menjalari dari dalam bajunya.

Hmmmm... Shhhhh... Ahhhhh" suaranya terdengar ketika ku remas pentil susunya. Suara itu begitu bergairah banget yang aku dengar.

Eehhhh... Ehhhh... Mas... udahan dulu" ucap Risti terburu-buru

Emang kenapa Ris...? tanyaku

Kayaknya jangan di sini deh, mending di kamar aku aja, ntar kalau nenek ke keluar bisa kena omelin kita" ucapnya

Ya udah, emang lewat mana kamar kamu Ris...? tanyaku lagi

Sini ikut aku Mas, ouh iya biarkan tv hidup terus supaya nenek mengira kita lagi nonton TV", pandunya

Seperti orang yg mendapat tambang emas, kugendong Risti dengan mesra. Begitu sampai di kamarnya, tubuh Risti kurebahkan di ranjang dan aku tindih dari atas. Kucium lagi bibir dan lehernya hingga ke tokednya. Cuuppzz... Cuuupzz..." suara kecupan di bagian puting susunya.

"Ouhhhh... Shhhhh.... nikmat banget Mas, sekalian lepasin BH aku ya mas" Lalu aku buka BH nya yang sebagai penghalang itu. Kini 2 buah gunung yang menantang langsung kulumat-lumat lagi dengan bibir Cuppzz... Cuppzzz... Cuppz.

"Hmmmmm... Hmmmmm... Ssssshhh..." Risti menjerit pelan yang nampak pintarnya supaya suaranya tidak terdengar jelas.

Kini gilaran Risti membuka celana dalamku. Apalagi batang penisku udah tegak sejak pertama ciuman tadi waktu kami berdua di ruang tamu. Dan di kulum-kulumnya yang juga menggesekkan gigirnya di ujung penisku.

"Nikmat sayang... Ouuhhh... Hmmmmm... terus sayang", komentarku di kulumnya.

Sudah puas dari kulumannya, Sekarang giliran buka celana dalam Risti, terlihat pula daging apemnya masih kencang di antara selangkangan dengan bulu-bulu yang indah

Dibantu tangan Risti dia menuntun wajahku ke bagian klistorisnya. Klistoris yang dia punya masih seperti biji kacang yang sempurna. Yang tak luput juga dari jilatan ku
Aku jilat-jilati hingga gundukan vaginanya semakin becek saja. lagi-lagi ketika asik memainkan klistorisnya terdengar suara desahan Risti" Shhhhhh... Hmmmmm..."

"Widihhhh Mas... Nikmat banget rasanya lho" komentar Risti memuji pemainan lidahku.

Aku juga yang mulai memasukkan penisku ke dalam lubang vaginanya yang masih segar. Begitu penis itu masuk raut muka Risti langsung merem melek.

Berkeringat dan semangat gairah kami beradu di atas kasur.

Cukup di bilang lama juga aku memompa memek Risti, yang aku taksir dia tidak perawan lagi. Karena kontolku dengan mudah masuk ke lubang memeknya.

Ahhh... Ahh... Ahhhhh..." suaranya terdengar lagi ketika aku kencangkan goyangannya.

Bersamaan dengan suara itu pula aku ejakulasi dini.

Ris... Ris..." panggilku

Apaan mas... ?

Mau keluarin dimana nih....??? tanyaku

Ngak menjawab pertanyaanku, Risti langsung mencabut kontolku dari lubang memeknya, yang langsung buru-buru jongkok.

Sini... Sini... biar giliran aku sekarang" ucap Risti.

Lalu di kocok-kocoknya penisku yang akan mengeluarkan cairan sperma, begitu aku kasih kode memakai hitungan.

3... 2... 1... Crooot... Crooott... "sperma itu muncrat di mulut Risti dan langsung di telan olehnya sebagian. dan sebagian lagi di oleskan di seluruh wajahnya untuk awet muda.

Uuhhhhhh... Mantap mas, banyak juga lho isinya" ucap Risti memuji spermaku yang sempurna.

Kukecup kening Risti sambil aku peluk tubuhnya erat-erat.

Puas dengan semua permainan itu, kami berdua bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh yang berkeringat. tak ada penyesalan yang kami rasakan.

Justru di saat mandi barengpun, kami saling colek-colekkan kelamin.