Cerita panas org kantoran

Cerita Dewasa ngentot di Kantor, cersex selingkuh dengan boss, cerita mesum selingkuh sekertaris , cerita dientot bos, cerita selingkuh dengan atasan, cerita selingkuh dengan teman kantor, sebelumnya ada  Cerita panas Menaklukan Gadis Ber jilbab cerita ngesex di kantor.


Cerita Dewasa Kantor Jadi Tempat Sex Tante


Cerita Dewasa Kantor | Cara kerjaku di pabrik memang terkenal tegas, akan tetapi aku terkenal dengan kebaikan ku terhadap karyawan lain terlebih dengan karyawan bawahan ku. Memang posisiku sekarang jauh lebih baik dari pada sebelumnya. Sebagai manager pusat aku memegang peranan penting dalam perusahaan. Akan tetapi godaan yg datang jauh lebih besar.

Semasa aku memegang peranan sebagai bagian produksi, rekan-rekan kerjaku sebagian besar laki-laki dan hanya beberapa wanita yang ada di departemen ku.

Itu pun semuanya tidak ada yg bisa menarik hatiku. Akan tetapi setelah petualangan ku bersama tante Nia, Yang selalu membuat ku tertarik adalah dari bodinya yang yahud dan tokednya yang khas berbentuk bulat. Entah kenapa aku selalu aja terangsang apabila melihat gundukan tokednya yg mantap.

Entah sengaja atau tidak dia selalu memperlihatkan belahan dadanya ketika menyajikan makanan.

Apalagi tante Nia terkenal dengan kegenitannya di pabrik. Bahkan akibat kegenitannya itu dia sering terlihat bertengkar dengan suaminya. Wajar aja kalau suaminya cemburu.

Tepat pada saat jam 3 sore, perutku mulai minta di isi. Aku pun kemudian menelpon bagian OB. Tak lama kemudian datang lah salah seorang OB kami.

"Ya Pak? Bapak manggil tadi?".tanya OB padaku.

Tanpa menoleh ke arah nya aku pun menjawab

Tolong kamu ke kantin dan bilang tante Nia untuk buatin aku mie rebus ya. Jangan pake sayur dan jangan pakai lama.

"Siap boss..." Dengan sigap dia langsung bergegas meninggalkan ku.

Sambil menunggu makanan akupun membuka situs Cerita Dewasa Kantor di LayananSex.net, tak sadar beberapa lama kemudian tante Nia masuk ke ruangan kerjaku sambil bawa makanan.

Eeehhh... tante udah datang, sini tarok di meja aku aja" ucapku tersenyum

Sebelum dia keluar dari ruangan aku panggil lagi dia.

Tan... mau kemana lagi ? sini aja temanin aku makan" ucapku

Terbersitlah pikiran kotorku untuk mengerjai tante Nia, mumpung gak ada orang nih" pikir jorokku

Aku pun menyusun strategi dan mulai mempersilahkan tante Nia duduk.

"Tante, duduk dulu deh di sini, temenin aku ngobrol, lagian dah lama kita gak ngobrol ya?". Tante Nia pun duduk dan meletakan nampannya di dadanya.

"Ya Pak, sejak Bapak jadi manager, gak pernah ke kantin lagi...". Aku pun tersenyum dan berkata

"Sorry tan, bukan gak mau ke kantin lagi, Cuma si boss selalu ngajak makan di luar terus." balasku

"Tapi kayaknya bapak udah bosen sama saya ya, jadi gak mau ke kantin lagi". Aku menggelengkan kepala sambil menjawab ,

"Ga lah, siapa yang bosen sama kamu tan? Tante itu cantik, seksi, aduhai lagi" ucapku bercanda

"Ahhh... bapak gombal... sama kayak yang lain, gombal semua". Aku pun bangkit dari duduk ku dan mengitari meja mendekati tante Nia, kemudian berdiri di sampingnya.

Dari tempatku berdiri ini tampak lebih jelas belahan toked tante Nia, sehingga kedua payudaranya agak menyembul keluar.

Sambil ngobrol, aku terus berada di belakangnya dan tante Nia pun tidak berbuat apa-apa.

Melihat gerakannya tidak menolak, Aku pun mencoba beraksi.

Tanganku kuletakan di bahunya sambil berkata.

"Saya gak mungkin gombal tan, mana mungkin aku gombalin cewek cantik dan seksi kayak tante. Sayang aja mbak dah punya suami, kalo gak mah...". Aku belum meneruskan kata-kata ku, langsung di sahut tante Nia

"Emang kalau aku gk punya suami ,bapak mau sama saya?" Tanya tante Nia.

Aku pun tersenyum dan tanganku tak kubiarkan diam di bahunya. Aku elus-elus bahunya sambil berkata ,

"Mau lah, kalau sekarang tante mau, aju juga pasti mau. !!!

Lalu suasana menjadi hening seketika. tante Nia tak menjawab hanya diam tertunduk. Aku pun bertanya ,

"Loh kok diam tan ? Kenapa... ? tante Nia menjawab sambil menundukan kepalanya

"Saya malu Pak, aku kan cuma penjaga kantin". Aku pun memutar kursi yang di duduki tante Nia sehingga posisi kami berhadapan, kemudian aku pun berjongkok di depan nya.

Langsung aku cipok bibirnya penuh gairah"Hmmm... Hmmm... Hmm...." suara terdengar dari mulut kami berdua

Aku pun tak menyia-nyiakan hal ini, tanganku pun kuselipkan ke dalam bajunya untuk menyentuh bagian tokednya yang montok.

Tampak tante Nia bergetar dan kegelian berkat gesekan tanganku memencet bagian puting susunya. Aku pun membimbing tangan tante Nia yang satunya lagi ke arah selangkanganku. Dan tanpa disuruh tante Nia mulai melepaskan celana ku.

Ketika aku sedang menikmati kuluman dari mulutnya di saat itu pula aku semakin bernafsu melihat tokednya yang montok.

Hmmmm... Sssshhhh... Ahhhhh..." suara desahanku di kulum

Sedang enak-enaknya di kulum, tiba-tiba tante Nia menghentikan aksinya dan mencoba bangkit dari duduknya. Aku pun sempat berpikir kalau tante Nia mulai tersadar akan hal ini dan ingin menghentikan nya.

Akan tetapi dugaanku salah besar, tante Nia malah meminta ku untuk mengunci pintu, sambil mulai menurunkan celana dalam nya.

Sekembalinya aku mengunci pintu ternyata tante Nia sudah duduk dengan posisi mengangkang lebar.

Tanpa basa-basi lagi aku pun membasahi kepala kontolku dengan liurku. Kemudian mengarahkan kontolku ke arah memeknya yg kulihat memang sudah siap untuk dimasuki.

Pertama-tama aku gesek-gesekan dahulu kepala kontolku di bagian bibir memeknya, dan kemudian menekan ke lubang memeknya.

Ahhhhhh... Sssshhhhhh" suaranya menahan rasa nikmat.

Kurasakan memek tante Nia masih begitu sempit, entah kontolku memang besar atau memeknya yang kurang lebar...

"Aaah... Hmmmmm... Enak pak !!". celetuknya memberitau aku kalau dia sedang keenakan.

Akan tetapi aku sengaja ngak menggenjotnya dulu karena masih ingin menikmati hangatnya memek tante Nia. lalu aku mendiamkan kontolku di dalam lubang itu tanpa menggerakannya, maka tanpa disuruh tante Nia mencipok bibirku.

Hmmmm... Ssssshh... Brrrrrr...!" suara cipokan kami tetapi kontolku masih lengket.

Tante Nia juga tampak mendesah lagi sambilku remas-remas tokednya.

Sudah puas dengan bermain-main pemanasan, aku mulai lagi menggenjot lubang sempit itu dengan perlahan-lahan. Denyutan di dalam memeknya jauh lebih terasa di batang kontolku. Seakan –akan kontolku sedang di urut.

Hmmmm... Mantap... ! komentarku merasakan urutan bibir memek

Dan tante Nia pun tak tinggal diam, pinggulnya ikut bergoyang seiring dengan goyangan ku. tak lama kemudian akupun mengganti posisi ku, tanpa mencabut kontolku dari memek tante Nia.

Aku angkat tubuhnya dan aku baringkan di atas sofa. Dengan posisi ini aku lebih bebas mengeksplorasi tubuh tante Nia. Kemudian aku angkat kaki kirinya dan aku letakan diatas bahuku.

Lalu aku kembali menggenjot memek tante Nia kembali. Dan memang posisi ini jauh lebih enak dibandingkan pada saat kami melakukannya di atas kursi.

Dan tante Nia pun sedikit membusungkan dadanya sehingga payudaranya tepat di depan wajahku. aku kembali menjilati tokednya yang masih montok itu, dan lagi-lagi suara desahannya keluar" Aahhhhh... Ssshhhhh... Aaaaahhhh"

Dan memang tak lama kemudian tubuh tante Nia menegang, dan dia memeluk ku dengan sangat erat.

Kenapa tan ? tanyaku

Ngak kok pak, cuma enak aja abis bentar lagi hampir klimaks nih" ucap tante Nia mesra

Mendengar jawaban itu, aku pun langsung mempercepat kocokan kontolku ke lubang memeknya, dengan goyangan yg cepat. lagi-lagi terdengar suara jeritannya yang mantap" Ahhh... Hmmm... Ssshhh..."

Tak berapa lama, muncratlah peju dari ujung penisku" Croott... Crooot... Croot"

Terasa nikmat sekali peju itu keluar, sebab pejunya terasa hangat di dalam lubang memek tante Nia, dan tante Nia pun bergetar hebat ketika peju itu menembakinya.

Aaahhhh... lemas aku pak ! ucap tante Nia

Iya sama aku juga lemas tan"

Maka berakhirlah permainan sex kami itu di dalam ruangan kantor, yg sama sekali tidak di ketahui oleh orang lain.

Setelah itu kami pun kembali berpakaian.

"Tan, tolong jangan sampe ada yang tau ya...". Aku memberinya kode.

Dia pun tersenyum lalu memberi kode lambang OK di jarinya.

Sejak saat itu kami pun sering bertemu diluar, aku selalu mengajaknya bertemu di hotel sehingga tak ada seorang pun yg tahu tentang hubungan kami.